Selasa, 17 April 2012

Dampak Menonton TV

Sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya dengan menonton televisi di rumah apabila tidak ada kesibukan. Ada yang beranggapan, menghabiskan waktu dengan menonton televisi membuat hidup menjadi lebih berkualitas.

Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :

1. Risiko sakit jantung
Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

2. Gangguan tidur
Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat Anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

3. Diabetes
Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.
4. Obesitas
Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Attention Deficit Disorder (ADD)
ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

6. Peningkatan risiko asma
Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.

7. Mindless eating
Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.

8. Memberi efek negatif pada mental
Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.

9. Sakit mata
Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.
 
10. Perilaku agresif
Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

11. Kurang sosialisasi
Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi interaksi sosial Anda dengan teman dan keluarga. Hal ini dapat menyebabkan berbagai fobia sosial.

Sumber: Kompas

Minggu, 08 April 2012

Strategi PR serta Krisis Manajemen


Strategi dan Perencanaan PR serta Krisis Manajemen
Model Perencanaan PR Enam Langkah Jefkins
1.     Pengenalan Situasi; mengenai situasi, sejarah, kekuatan yang mempengaruhi, dan pihak-pihak yang terlibat atau terkena pengaruh baik internal maupun eksternal. Berisi semua latar belakang informasi yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan secara detail makna sebuah problem statement.Hasil dari analisis situasi akan menjadi “buku fakta” bagi praktisi PR. Analisa situasi menjadi dasar pertimbangan bagi praktisi PR dalam menentukan program aksi dan komunikasi yang akan diimplementasikan.
Melalui :
·         Survey untuk mengungkapkan pendapat, sikap masyarakat, atau citra organisasi di mata khalayaknya.
·         Pemantauan berita di media massa
·         Tinjauan terhadap angka dan grafik penjualan
·         Tinjauan terhadap kondisi persaingan pada umumnya di pasar
·         Tinjauan fluktuasi harga saham (go public: survey pendapat pelaku pasar bursa, penafsiran angka deviden, penelaahan data dan neraca keuangan)
·         Situasi hubungan industri pada umumnya ( frekuensi pemogokan, protes terhadap suatu kebijakan misal, gaji, fasilitas kerja dsb)
·         Kondisi dan pengaruh cuaca
·         Frekuensi keluhan konsumen, penerimaan produk, serta laporan atas hasil uji coba produk pasar.
·         Diskusi mendalam dengan para petugas penjualan serta para distributor
·         Tinjauan harga produk dan fluktuasinya
·         Kajian secara mendalam terhadap berbagai kekuatan pasar mulai dari yang bersifat ekonomis, sosial, hingga yang berdimensi politis.
·         Sikap dan pendapat opinion leader

2.    Penetapan Tujuan
Analisa situasi memperjelas masalah yang akan dihadapi. Tujuan harus spesifik dan tepat waktu.
Ada 2 jenis tujuan:
1.      Informasional, menciptakan awareness, memperluas pengertian, dan menginformasikan publik.
2.      Motivasional, berusaha mempengaruhi publik melakukan sesuatu seperti memberi donasi, membeli produk, membeli tiket konser amal, dll.
3.       Definisi Khalayak; PR plan harus mendeskripsikan tiap publik dan mengapa mereka penting bagi aktivitas PR.
PR plan menargetkan 2 jenis publik:
a.       Publik primer: usia, gender, ras, lokasi, pendidikan, pendapatan, profesi, agama, preferensi konsumen, gaya hidup, perilaku konsumsi produk.
b.      Publik sekunder: publik lain bisa jadi penting atau bisa juga diabaikan karena keterbatasan sumber daya.
4.      Pemilihan Media dan Teknik-teknik PR; Pemilihan metode penyampaian pesan komunikasi kepada audiens memegang peranan penting dalam menentukan dampak dan efektifitas.


·         Riset
·         Media relations
·         Printed materials: brosur, leaflet. Flyers
·         Annual reports
·         Newsletters
·         Direct mail
·         Design and production: bringing it all together
·         Branding and consistency
·         Videos, DVDs and CD-ROMs
·         Photography
·         Speeches
·         Presentations
·         Using celebrities and spokespeople
·         Events
·         Community meetings
·         Advertising
·         Community service announcements
·         sponsorship


5.       Perencanaan Anggaran
Alasan penyusunan anggaran:
·         Mengetahui kebutuhan dana program/ kegiatan.
·         Setelah diketahui kegiatan apa saja yang dapat dilaksanakan, anggaran dapat menjadi pedoman atau daftar kerja.
·         Manajer dapat menilai program kerja mana saja yang sesuai dengan perusahaan (evaluasi manajemen).
·         Prioritas kegiatan dan batasan anggaran

6.      Pengukuran Hasil
·         Berdasarkan tingkat liputan
·         Berdasarkan data statistik peringkat dan jumlah khalayak
·         Evaluasi berdasarkan sumber
·         Pengumpulan pendapat
·         Evaluasi berdasarkan umpan balik statistik langsung
·         Umpan balik media
·         Pengukuran peningkatan pemahaman
Krisis Manajemen
Manajemen krisis merupakan proses perencanaan strategis terhadap krisis atau titik balilk negative, sebuah proses yang mengubah beberapa resiko dan ketidakpastian dari keadaan negative dan berusaha agar organisasi dapat mengendalikan sendiri aktifitasnya. (Fearn – Banks, 1996:2)
Manajemen krisis yang efektif tidak hanya meredakan atau mengakhiri krisis tapi juga ada kalanya dapat memberikan organisasi reputasi yang lebih positif dari sebelum terjadi krisis.
Krisis dalam kaca mata public relations tidak selalu diidentikkan dengan ancaman. Krisis, apakah itu disebabkan oleh faktor internal (konflik karyawan, konflik manajemen, kegagalan produk) ataupun faktor eksternal (tuntutan komsumen, perubahan kebijakan pemerintah taupun konflik elit polotis) seringkali malah dianggap taupun sebagai sebuah kesempatan untuk membangun citra secara lebih cepat. Tentu saja, itu sepenuhnya tergantung pada bagaimana krisis tersebut dikelola.

Akhir dari suatu krisis biasanya merupakan awal dari krisis yang lain. Oleh karena itu, strategi manajemen krisis yang baik senantiasa dievaluasi  dadiperbaharui sesuaidengand perkembangan  yang  terjadi didilingkungan organisasi.

GonzalesGonzalesHerrero dan Pratt memperkenalkan konsep strategi manajemen krisis dengan tetap mengacu pada tahapan krisis yang sudah ada . Langkah langkah tersebut meliputi :

1.        Manajemen Isu
Memonitor lingkungan, mencermati trend/isu baru di masyarakat yang mungkin mempengaruhi organisasi di masa mendatang.
·         Mengumpulkan data atas isu isu yang berpotensi menjadi krisis dan mengevaluasinya.
·         Mengembangkan strategi komunikasi dan berkonsentrasi pada usaha mencegah terjadinya krisis.
·         Satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan belajar dari krisis yang dihadapi oleh organisasi lain yang sejenis dengan aktivitas organisasi kita.

2.       Perencanaan Pencegahan
Menyusun kebijakan proaktif mengai isu tersebutMenyusun tersebut
·         Menganalisa hubungan organisasi dengan public.
·         Mempersiapkan rencana kontingensi.
·         Merancang anggota tim manajemen krisis yang potensial.
·         Menunjuk dan melatih wakil organisasi.
·         Menentukan pesan, sasaran dan media yang akan digunakan dalam menerapkan rencana komunikasi krisis.
·         Mendidik khalayak internal.
·         Menguji prosedur krisis.

3.       Krisis Terjadi
Memperbaiki/mengimplementasikan rencana krisis
·         Mengembangkan materi komunikasi.
·         Mengembangkan komunikasi.
·         Mengkomunikasikan tindakan yang diambil untuk mengatasi krisis pada publik organsisasi.
·         Menangani publik yang kena dampak.
·         Menangani dampak.
·         Mencari dukungan pihak ketiga dari para ahli.
·         Menerapkan komunikasi internalMenerapkan internal
·         Menjalankan program sehari hari dengan normal.

4.      Pasca Krisis
Tetap menjalin hubungan dengan publik organisasi
·         Memantau isu/krisis yang mengancam.
·         Menginformasikan melalui media atas tindakan yang diambil, jika dianggap penting.
·         Evaluasi atas rencana krisis yang ada.
·         Menyertakan feedback atas rencana krisis yang ada.
·         Mengembangkan strategi komunikasi jangka panjang untuk mengurangi kerusakan yang diakibatkan krisis.

Contoh kasus:
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.

Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. "Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini," kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di  Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.

Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasan mie instan tersebut, tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

Langkah yang diambil:
Mengindentifikasi kasus
Mengetahui permasalahan
Mendatangkan ketua BPOM untuk klarifikasi
Mengadakan pemulihan nama baik setelah kasus terjadi

Konsep Public Relations


KONSEP PUBLIC RELATIONS

Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi opini, sikap dan prilaku publik, mengidentifikasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur individu atau organisasi dengan kepentingan publik dan merencanakan serta melaksanakan program aksi untuk memperoleh pengertian dan dukungan publik (Cutlip, Center dan Broom, 2000:4).
Fungsi Manajemen dalam PR:

POAC                         +          P                      +          M
o   Planning                          Promotion                   Market
o   Organization
o   Actuating
o   Controlling

Aktivitas Kehumasan/PR
•      Komunikasi persuasif yaitu  upaya seorang PR dalam mengkomunikasikan pesan kepada pihak internal maupun eksternal  yang sikapnya ingin diubah atau dibentuk.
•      Menggunakan media massa, untuk membentuk opini publik yg diharapakan manejemen, menjangkau sasaran publiknya dan mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yg dilakukan pihak manajemen untuk meningkatkan dan memelihara citra yg baik dimata publiknya.
•      Menumbuhkan/mengembangkan kepentingan publik/khalayak, karena publik merupakan bagian dari manajemen.
•      Alat management, PR membela kepentingan manajemen.
•      Melakukan promosi/mempromosikan, PR memperkenalkan dan mempromosikan segala sesuatunya yg berkaitan dengan manajemen.
•      Publisitas bertujuan untuk menciptakan minat pada orang, produk, ide, organisasi, atau pendirian usaha secara umum melalui generasi dan penempatan cerita yang menguntungkan di media berita seperti koran, majalah, radio TV, dan tidak seperti iklan yang bergantung pada daya beli untuk mendapatkan pesan di seberang, publisitas hanya mengandalkan kualitas konten untuk membujuk orang lain untuk mendapatkan pesan keluar.
•      Lobbying adalah bagian khusus dari PR yg berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan mempengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi atau suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari lain yg dianggap memiliki pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yg ingin dicapai.
•      Fund-rising dan Management krisis
•      Yang dilakukan dengan penuh ketulusan
•      Proaktif membina hubungan dgn media massa karena media massa adalah salah satu faktor penting
•      Bekerja untuk meningkatkan image yaitu membela manejemennya.

Contoh Kasus

Kegiatan yg dilakukan PR Lifebuoy dalam meningkatkan dan memelihara citra positif Lifebuoy sebagai sabun kesehatan dan menjadikan sabun Lifebouy sebagai leader market di Indonesia yaitu:
o   Lifebuoy Berbagi Sehat yang sudah dimulai tahun 2004, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kegiatannya sehari-hari melalui cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar di bawah air mengalir selama minimum 20 detik.
o   Edukasi ke sekolah melalui pengajaran dan kurikulum sekolah.
o   Revitalisasi dokter kecil.
o   Perbaikan fasilitas sanitasi.
Berbekal misi untuk menjadikan 220 juta penduduk Indonesia hidup lebih bersih dan sehat Lifebuoy secara aktif mengadakan kegiatan yg bertujuan mengubah perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat terutama berkaitan dengan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
Lifebuoy bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Departemen Kesehatan, Pemerintah Daerah, Lembaga Pemerintahan, ULI Peduli Foundation Ikatan Dokter Indonesia (IDI), LSM maupun NGO seperti KuIS (Koalisi untuk Indonesia Sehat), SPEKTRA, Care International, UNICEF, Nurani Dunia, Padmaya, sekolah/universitas dalam menjalankan program Lifebuoy Berbagi Sehat. Program Lifebuoy Berbagi Sehat lebih diarahkan kepada Ibu-Ibu sebagai peran utama dalam merawat kesehatan keluarga dan anak sekolah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Sejak tahun 2004, Lifebuoy Berbagi Sehat telah berkembang baik secara geografis dan dalam ruang lingkupnya. Di awal tahun, Program Berbagi Sehat difokuskan kepada perbaikan infrastruktur seperti sarana dan prasarana kebersihan.
Di tahun 2005, Lifebuoy memperluas cakupan programnya dengan memberdayakan guru dan murid yg didukung oleh Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan Program ini telah berkembang di daerah lain, dan menguntungkan jutaan Ibu dan anak-anak sekolah.
Dalam kurun waktu 2004 – 2007 telah berhasil menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat langsung di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara sepanjang tahun 2008, Lifebuoy telah menjalankan program ini di 25 kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan total penerima manfaat langsung mencapai lebih dari 650.000 orang.
Di tahun 2009 ini, Lifebuoy tetap berkomitmen untuk meneruskan perjuangan melawan kuman melalui cuci tangan pakai sabun dengan melanjutkan lagi kegiatan yg sudah berjalan di berbagai kota yang akan disupport oleh kampanye cuci tangan nasional oleh pemerintah Indonesia.
Aktivitas PR Lifebuoy diatas menggunakan komunikasi persuasif melalui publisitas ke media massa, bekerja untuk meningkatkan image perusahaannya dengan penuh ketulusan untuk menjadikan 220 juta penduduk Indonesia hidup lebih bersih dan sehat, menumbuhkan dan mengembakan kepentingan publik sekaligus promosi sabun Lifebuoy.